Satu RUU, Banyak Dampak: Menelisik Isi dan Kontroversi One Big Beautiful Bill Ala Donald Trump – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, kembali mencetak sejarah dengan meloloskan rancangan undang-undang raksasa yang dijuluki “One Big Beautiful Bill” (OBBB). RUU ini bukan sekadar paket kebijakan fiskal, melainkan manifesto politik dan ekonomi yang mencerminkan arah pemerintahan Trump di periode keduanya. Dengan panjang hampir 900 halaman, OBBB menyatukan berbagai kebijakan kontroversial: dari pemotongan pajak, pengurangan subsidi sosial, hingga peningkatan anggaran militer dan deportasi.
Latar Belakang dan Proses Legislasi
OBBB disahkan melalui proses reconciliation, memungkinkan pengesahan dengan mayoritas sederhana di Senat. Setelah melalui marathon voting selama 27 jam, Senat meloloskan RUU ini dengan suara 51-50, di mana Wakil Presiden JD Vance menjadi penentu suara terakhir. Di DPR, RUU ini lolos dengan margin tipis 218-214, setelah negosiasi intensif antara Trump dan kubu Republik.
Isi Utama One Big Beautiful Bill
1. Perpanjangan dan Penambahan Pemotongan Pajak
- Perpanjangan Tax Cuts and Jobs Act 2017 secara permanen
- Penghapusan pajak atas tip dan lembur hingga $25.000
- Kenaikan batas SALT deduction dari $10.000 menjadi $40.000
- Bonus pajak untuk warga senior berpenghasilan di bawah $75.000
2. Pemangkasan Program Sosial
- Medicaid dipotong lebih dari $1 triliun, berdampak pada 11–17 juta warga kehilangan asuransi kesehatan
- SNAP (food stamps) dikenakan syarat kerja baru, termasuk slot gacor qris bagi orang tua dengan anak usia di atas 14 tahun
- Pemerintah negara bagian diwajibkan menanggung sebagian biaya jika tingkat kesalahan pembayaran SNAP tinggi
3. Anggaran Militer dan Keamanan Nasional
- Tambahan $150 miliar untuk militer, termasuk pengembangan sistem pertahanan “Golden Dome”
- $46,6 miliar untuk pembangunan pagar perbatasan
- $29,9 miliar untuk perekrutan 10.000 agen ICE dan pembangunan pusat detensi
4. Penghapusan Insentif Energi Hijau
- Kredit pajak untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan dihapus mulai akhir 2025
- Subsidi untuk proyek hijau dipangkas, memicu slot bonus 100 protes dari industri dan aktivis lingkungan
Dampak Ekonomi dan Sosial
Menurut Congressional Budget Office (CBO), OBBB akan menambah defisit nasional sebesar $3,3 triliun dalam 10 tahun ke depan. Sementara itu, analisis Yale Budget Lab menunjukkan bahwa kebijakan ini menguntungkan rumah tangga kaya dan korporasi besar, namun merugikan kelompok berpenghasilan rendah.
Reaksi Publik dan Politik
Dukungan
- Partai Republik menyebut RUU ini sebagai “kemenangan rakyat”
- Industri seperti pertanian, energi, dan manufaktur menyambut baik insentif investasi dan pemotongan pajak
- Trump menyebutnya sebagai “RUU paling indah dan paling penting dalam sejarah Amerika”
Penolakan
- Partai Demokrat menyebutnya sebagai “abomination” dan “kejahatan fiskal”
- Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas DPR, menyampaikan olympus 1000 slot pidato protes selama 8 jam 44 menit, memecahkan rekor pidato terpanjang di lantai DPR
- Elon Musk menyebut RUU ini sebagai “perbudakan utang” dan mengancam akan mendanai lawan politik bagi pendukung RUU
Kontroversi dan Kritik
- Pemangkasan Medicaid dinilai akan menutup puluhan rumah sakit pedesaan
- Penghapusan insentif EV dianggap sebagai pukulan bagi industri otomotif dan transisi energi
- Kenaikan batas utang sebesar $5 triliun memicu kekhawatiran fiskal jangka panjang
- Pendanaan untuk taman patung “Garden of American Heroes” senilai $40 juta dinilai tidak relevan di tengah pemangkasan sosial
Penutup: Satu RUU, Banyak Wajah
One Big Beautiful Bill bukan sekadar RUU fiskal. Ia adalah cerminan ideologi Trump, yang mengutamakan pemotongan pajak, penguatan militer, dan pengurangan peran negara dalam kesejahteraan sosial. Bagi pendukungnya, ini adalah langkah menuju “Amerika Hebat”. Bagi penentangnya, ini adalah ancaman terhadap keadilan sosial dan stabilitas fiskal.
Dengan dampak yang meluas dan kontroversi yang mendalam, OBBB akan menjadi pusat perdebatan politik dan ekonomi menjelang pemilu paruh waktu 2026 spaceman pragmatic. Satu hal yang pasti: RUU ini akan membentuk arah kebijakan Amerika Serikat dalam dekade mendatang.